Jumat, 11 November 2011

Komentar Terhadap Produk China


KOMENTAR
"Saya pikir produsen lokal akan melakukan penyesuaian-penyesuaian menghadapi serbuan produk China ini, misalnya perbaikan mutu dan kualitas produk, serta standardisasi produk," Dominasi China ini disinyalir karena minimnya industri dalam negeri dalam menghasilkan produk yang sama, sehingga kecenderungan impor meningkat. “Industri kita seharusnya mampu menghasilkan barang sejenis yang berkualitas sehingga bisa meminimalisir produk impor dari China, “Dengan segmentasi pasar yang besar, seharusnya pemerintah mendorong tumbuhnya industri mainan anak dalam negeri”. ungkap Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I ini. Paling banyak peminatnya itu paling di barang elektronik. Beli yang lain kemahalan.
Contohnya tablet, dgn fungsi hampir sama tapi harga bisa beda.

Solusi terbaik dari dominasi produk China, adalah pemerintah melindungi pasar domestik dan memberdayakan pedagang dalam negeri agar produk lokal mampu bersaing.

“Pemerintah harus berani menunjukkan keberpihakannya pada produk dalam negeri. Kalau tidak, produksi lokal akan tersisih di negeri sendiri,”
Selain itu produk Indonesia sendiri akan lama terjual daripada produk china, tentu indonesia tidak akan mendapatkan keuntungan yang besaar yng berupa pajak penghasilan. Padahal produk Indonesia tidak kalah dengan produk china, kualias hampir sama malahan lebih baik daripada produk china Cuma beda nya di harga produk itu, produk Indonesia lebih mahal daripada produk china sehingga penjualan produk china di pasaran lebih cepat laku daripada produk kita sendiri.
Dengan adanya barang ekspor dari luar bukan hanya Negara saja yang mendapatkan kerugian melainkan masyarakatnya juga akan mendapatkan kerugian yaitu tidak lakunya barang mereka di pasaran.
Lalu Apa tindakan yang harus di lakukan pemerintah Indonesia terhadap produk china tersebut?
Menurut pendapat saya untuk mengatasi pruduk china di pasaran adalah karena telah ada nya pemberlakuan produk luar bisa masuk ke Indonesia, jadi pemerintah cukup dengan membatasi masuknya produk tersebut sehingga produk Indonesia juga seimbang penjualannya dengan produk china walaupun produk Indonesia agak lama lakunya daripada produk china.

Kamis, 10 November 2011

10 November: Indonesia dan Dunia

10 November 1945 merupakan batas akhir yang diultimatumkan Mayor Jenderal Mansergh supaya Surabaya menyerah kepada sekutu. Ultimatum tersebut menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.

Pertempuran Surabaya
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar, yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang.

Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal maupun terluka.


Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.

Bung Tomo
Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris.

Setidaknya 6,000 - 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 - 2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.


Perang tersebut merupakan konflik bersenjata skala besar pertama antara Indonesia dan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Padamu Kami Mengadu
Selain peristiwa 10 November 1945 diatas, masih banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di tanggal ini, diantaranya:

  • 1293 - Berdirinya Kerajaan Majapahit: Raden Wijaya dilantik menjadi Raja pertama Majapahit dengan gelar "Kertarajasa Jayawardhana".
  • 1928 - Hirohito dilantik secara resmi menjadi Kaisar Jepang ke-124.
  • 1945 - Peristiwa 10 November. Batas akhir yang diultimatumkan Mayor Jenderal Mansergh supaya Surabaya menyerah kepada sekutu. Kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
  • 1956 - Presiden Soekarno mengumumkan corak Demokrasi Terpimpin untuk pertama kalinya, dalam sidang Konstituante.
  • 1963 - Games of New Emerging Forces (GANEFO) diadakan di Jakarta, diikuti oleh 48 negara Asia, Afrika, Eropa Timur dan Amerika Latin.
  • 1991 - Peresmian Museum Wasaka oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Ir. H. Muhammad Said.
Dan masih banyak lagi.

Sekarang di Indonesia, hari ini merupakan Hari Pahlawan. Harapan saya sih, jangan sampai euforia atau semangat menghargai jasa-jasa para pahlawan hanya ada pada hari ini. Semoga terus berlanjut besok dan seterusnya. Kita bisa membantu dengan menjadi warga negara yang baik. Seperti yang sudah saya bilang, jangan nunggu pemerintah. Kalau kita nungguin pemerintah terus, kapan majunya? Mulailah dari inisiatif diri sendiri, mulai dari sekarang, dari hari ini, detik ini.

Kami Siap Melanjutkan
Feel free to start initiative by yourself!

Wednesday, November 9, 2011

Another Dream Comes True

Kalau kemarin kita sudah membahas berlari di atas air, sekarang saya mau membahas hal lain yang juga berawal dari mimpi. Kalau kita bicara tentang film-film yang menanyangkan bagaimana kondisi dunia pada jaman modern banget, kita bisa melihat gedung-gedung yang tinggi, dan nggak ada lagi mobil-mobil yang berseliweran di jalan. Semua berupa kendaraan yang bisa terbang.

Nah, mungkin kita berpikir hal tersebut hanya ada di film, hanya ada di alam mimpi sana. Tapi siapa sangka ternyata mimpi itu menjadi kenyataan. Sebuah perusahaan di negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat, berencana memasarkan mobil terbang buatannya pada akhir tahun 2012. Carl Dietrich adalah pimpinan perusahaan Terrafugia di Massachusetts, yang mengembangkan mobil terbang.

The Transition

Selain terbang, mobil ini juga bisa dikendarai di jalan seperti layaknya mobil biasa lainnya. Sayapnya bisa dilipat dan ada roda untuk melaju di bawah. Mobil terbang ini membutuhkan lapangan terbang untuk tinggal landas dan mendarat, dan menggunakan bensin mobil biasa. 

Ordinary Car Form

Carl Dietrich mengatakan mobil terbang bisa terbang di atas ketinggian lebih dari 3000 meter. Kendaraan ini bisa mengangkut dua orang dengan kecepatan lebih dari 160 kilometer per jam di udara. Sedangkan di darat, bisa dikendarai dengan kecepatan 113 km per jam. Transition memiliki kecepatan maksimal hingga 185 km/jam, dengan konsumsi BBM 18,9 km/liter.

Terrafugia sudah melakukan tes terbang perdana Transition pada Maret 2009. Terrafugia telah mendapatkan izin dari National Highway Traffic Safety Administration agar mobilnya bisa terbang di udara dan jalanan Amerika, pada bulan Juli lalu.
 
Flying Car - A Dream Comes True
Mobil ini akan mulai diniagakan ke pasar otomotif dunia, pada akhir tahun depan. Uniknya, sebelum dipasarkan, Transition sudah dipesan oleh 100 orang, dengan harga per unit US$ 279.000 atau sekitar Rp2,4 miliar. Mobil yang dirancang untuk dua penumpang ini diharapkan menjadi mobil terbang komersial pertama di dunia. Setelah Amerika Serikat, mobil terbang ini akan dipasarkan di Eropa, India, Brazil, dan China.

Pertanyaannya, kalau mobil terbang ini dipasarkan di Indonesia, khususnya Jakarta, apakah bisa menjadi solusi dari kemacetan di Jakarta? Mengingat bagaimana kondisi jalan di Jakarta. Well at least there's a lesson we can take. Never doubt to dreaming and start make it come true as you start dreaming it.

Feel free to start dreaming and make it come true :)

Trend Fashion Muslimah

Semakin hari perkembangan fashion semakin beragam. Nggak cuma mereka yang 'mini-mini' tapi juga para wanita muslimah. Keharusan untuk menutup aurat tidak menghalangi wanita-wanita berjilbab untuk tetap tampil modist dan gaya. Berbagai macam jenis mix and match baju dan aksesoris menggelitik jiwa wanita muslimah. Para industri mode pun mengikuti perkembangan ini dan ikut menyediakan berbagai kebutuhan gaya, seperti ciput arab dan ciput ninja yang lagi ngetrend.


Namun, jangan sampai kebebasan ini membuat kita melanggar batasan-batasan yang sudah dibuat oleh agama. Ingat, bahwa kita tetap harus menjaga dan menjalankan aturan agama. Berikut ada tips-tips yang menurut saya bisa diaplikasikan dalam hal memadu-madankan mode dengan status sebagai muslimah:

1. Menjaga agar lekuk badan tidak terlihat jelas. Meskipun modenya adalah mode baju-baju ketat, bukan berarti kita wajib mengikutinya ko. Lekuk badan yang terlihat jelas malah hanya akan mempertanyakan  kredibilitas seorang muslimah. Sebaiknya pakailah pakaian yang longgar.

2. Kalau mau pakai legging, make sure kalian pake baju yang panjangnya melewati lutut. Nggak usah khawatir bakal jadi jelek, justru ini yang bakal nutupin aurat dari lutut ke atas. Justru terlihat lebih cantik, apalagi ditambah dengan high heels.

3. Terkadangan banyak yang ingin tampil cantik tapi nggak mau ribet sama jilbab/hijab. Sekarang sudah banyak jilbab langsung pakai. Tapi pilih-pilih juga ya. Jangan pilih yang terlalu pendek sehingga tengkuk atau bagian dada bisa nggak sengaja tersingkap dan terlihat.

4. Kalau pakai jilbab kain, juga harus pintar pilih-pilih bahan. Kalau hanya pakai ciput dan langsung jilbab, pilih bahan yang agak tebal, jangan sampai transparan hingga daerah tengkuk dan sekitar dada terlihat bayang-bayangnya dari balik jilbab.


5. Penggunaan aksesoris juga jangan berlebihan. Sehingga kesannya jadi numpuk dan berat.

6. Satu lagi hal yang penting, sesuaikan pakaian, make up, dan aksesoris dengan kondisi, cuaca, dan acara. Jangan sampai salah kostum yang bisa bikin kita malu dan ribet sendiri.





Buat panduannya, udah banyak banget muslimah fashion blog yang bisa ngasih inspirasi kita dalem berpakaian. Yang pastinya bisa disesuaikan dengan kondisi dan keadaan. Mereka adalah:


Pokoknya intinya selalu ingat, just be yourself!!! Fashion itu akan lebih terlihat jauh lebih cantik kalau itu nunjukin pribadi kamu tanpa harus jadi pribadi orang lain dan terkesan 'maksa' yang nantinya bisa dibilang jadi korban mode.

Feel free to expressed yourself, girls !!!

Tuesday, November 8, 2011

Tujuh Pahlawan Nasional Baru Indonesia

Dua hari lagi tanggal 10 November 2011 yang berarti adalah Hari Pahlawan. Hem, begitu banyak pahlawan nasional yang sudah menghabiskan waktu hidupnya demi bangsa Indonesia tercinta ini. Meskipun begitu banyak dari mereka yang terlupakan. Bahkan banyak yang tidak tahu siapa saja pahlawan nasional itu.

Selain beliau-beliau yang sudah tercantum namanya di buku pelajaran di bangku sekolahan, hari ini, Selasa, 8 November 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan anugerah kepada beberapa putra-putri Indonesia yang kemudian dijadikan pahlawan nasional. Sebanyak tujuh putra terbaik bangsa Indonesia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Penganugerahan di laksanakan di Istana Negara.

Siapa sajakah mereka? Apa saja yang sudah mereka lakukan untuk bangsa ini?


1. Syafruddin Prawiranegara (1911 – 1989)

Syafrudin Prawiranegara
Beliau adalah pejuang pada masa kemerdekaan Republik Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) ketika pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda saat Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948. Beliau dinilai pantas mendapatkan gelar Pahlawan Nasional atas jasanya memperatahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari penjajahan Belanda.

2. KH Idham Chalid (1921 – 2010 )

KH Idham Chalid
Beliau adalah salah satu politikus dan menteri Indonesia yang berpengaruh pada masanya. Selain sebagai politikus ia aktif dalam kegiatan keagamaan dan beliau pernah menjabat Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama pada tahun 1956-1984. 

3. Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan Buya Hamka (1908 – 1981)

Buya Hamka
Beliau adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, dan aktivis politik.

4. Ki Sarmidi Mangunsarkoro (1904 - 1959)

Ki Sarmidi Mangunsarkoro
Beliau adalah pejuang di bidang pendidikan nasional, ia dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 hingga tahun 1950. Perjuangan Ki Sarmidi Mangunsarkoro dalam bidang pendidikan, di antaranya pada tahun 1947 Ki Sarmidi Mangunsarkoro diberi tugas oleh Ki Hadjar Dewantara untuk memimpin penelitian guna merumuskan dasar-dasar perjuangan Tamansiswa, dengan bertitik tolak dari Asas Tamansiswa 1922. Dalam Rapat Besar Umum Tamansiswa Tahun 1947 hasil kerja ‘Panitia Mangunsarkoro’ bernama Pancadarma itu diterima dan menjadi Dasar Tamansiswa, yaitu: Kodrat Alam, Kemerdekaan, Kebudayaan, Kebangsaan, dan Kemanusiaan.
Ki Sarmidi Mangunsarkoro pada tahun 1928 ikut tampil sebagai pembicara dalam Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 menyampaikan pidato tentang ‘Pendidikan Nasional’, yang mengemukakan bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan dan dididik secara demokratis, serta perlunya keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di ruma
   
5. I Gusti Ketut Pudja (ahli waris/perwakilan IGM Arinta Pudja)

I Gusti Ketut Pudja
Beliau merupakan salah satu puta bangsa Indonesia suku Bali yang hampir dilupakan. Tahun 1935 beliau mengabdikan dirinya pada kantor Residen Bali dan Lombok di Singaraja. Dalam penyusunan UUD 1945, beliau memegang peranan yang sangat penting, karena dalam rumusan Panitia Sembilan yang disebut Jakarta Charter atau Piagam Jakarta di mana dalam sila Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, sebagian dari warga Indonesia bagian timur tidak menyetujuinya termasuk I Gusti Ketut Pudja, dan menyarankan "Ketuhanan Yang Maha Esa".

Pada tanggal 22 Agustus 1945, I Gusti Ketut Pudja diangkat oleh Presiden Republik Indonesia untuk menjabat Gubernur Sunda Kecil yang pada waktu itu disebut "Wakil Pemimpin Besar Bangsa Indonesia Sunda Kecil". Pada tanggal 23 Agustus 1945, beliau memulai tugas baru di Bali.

6. Sri Susuhunan Paku Buwono X (1866 - 1939)

Sri Susuhunan Paku Buwono X
Beliau adalah raja Kasunanan Surakarta yang memerintah tahun 1893 – 1939. Masa pemerintahannya ditandai dengan kemegahan tradisi dan suasana politik kerajaan yang cenderung stabil, di samping itu juga merupakan penanda babak baru bagi Kasunanan Surakarta dari kerajaan tradisional menuju era modern. Pakubuwono X menikah dengan Ratu Hemas (putri Raja Hamengkubuwono VII) dan dikaruniai seorang putri yang bernama GKR Pembajoen. Meskipun berada dalam tekanan politik pemerintah kolonial Hindia Belanda, namun melalui simbol budayanya Pakubuwana X tetap mampu mempertahankan wibawa kerajaan. Pakubuwana X sendiri juga mendukung organisasi Sarekat Islam cabang Solo, yang saat itu merupakan salah satu organisasi pergerakan nasional Indonesia.

7. Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono (1900 – 1986)

Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono
Beliau adalah salah seorang pelopor kemerdekaan Indonesia. Ia juga merupakan salah seorang pendiri Partai Katolik Indonesia. Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai beberapa Menteri setelah Indonesia merdeka. Ia jugalah yang memberi teladan bahwa berpolitik itu pengorbanan tanpa pamrih. Berpolitik selalu memakai beginsel atau prinsip yang harus dipegang teguh. Seperti yang disampaikan oleh pemimpin umum harian Kompas, Jakob Oetama, ia adalah salah satu tokoh yang menjunjung tinggi moto salus populi supremalex, yang berarti kepentingan rakyat, hukum tertinggi, yang merupakan cermin etika berpolitik yang nyaris klasik dari tangan dirinya. Karena perjuangannya, Kasimo mendapat anugerah Bintang Ordo Gregorius Agung dari Paus Yohanes Paulus II dan diangkat menjadi Kesatria Komandator Golongan Sipil dari Ordo Gregorius Agung.


Dalam kesempatan yang sama, sejumlah orang juga mendapat anugerah tanda kehormatan. Tokoh seni Betawi Benyamin Sueb mendapat tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma atas jasa-jasanya selama hidup dulu dalam mengembangkan seni budaya.

Benyamin Sueb
Selain mereka yang sudah disebutkan di atas, masih banyak pahlawan-pahlawan nasional yang jasa-jasa begitu besar bagi bangsa dan Negara ini, namun namanya tidak terdengar. Meski begitu sudah sepatutnya sebagai generasi muda untuk menghargai jasa-jasa mereka. Bukan dengan saling kritik atau saling menyalahkan pemerintah dengan masyarakat. Bukan saling mengoreksi teman. Bukan dengan berpikir apa yang kita dapat dari negeri tercinta ini. Tapi apa yang sudah kita lakukan untuk negeri tercinta? Semuanya di mulai dari hal yang kecil dan dimulai dari diri sendiri.

Feel free to express yourself to our beloved country!
Feel free to give what you have to our beloved country!
Our beloved HOME !