Minggu, 04 Maret 2012
Kampung 99 Pepohonan
Kampung 99 pepohonan atau yang dikenal dengan Kampung Rusa terletak di Jalan KH. Muhasan II, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jabar, atau tepatnya berada di Depan Masjid Kubah Emas, Sepintas daerah Kampung 99 Pepohonan atau yang sering disebut dengan Kampung Rusa, hanya berbentuk rimbunan pepohonan, hamparan rumput yang hijau, kolam ikan, dan rumah-rumah yang terbuat dari kayu.
Di kampung 99 pepohonan tersebut juga terdapat 20 keluarga yang tinggal di situ dengan memanfaatkan alam setempat “Konsep yang saya tawarkan adalah menyatu dengan alam sekitar” mengapa di beri nama kampung 99 pepohonan?
Menurut riset saya nama kampung 99 peponan yaitu memiliki arti 99 yaitu angka tertinggi, jadi kampung 99 pepohonan kampung yang memiliki segala jenis macam tumbuhan.
Bukan hanya warga Depok atau daerah lainnya di Indonesia yang mengunjungi daerah tersebut tapi juga dari Malaysia, Singapura, Inggris, Rusia, Selandia Baru, Australia, Denmark, dan lainnya, datang mengunjungi tempat tersebut. Keberadaan Kampung 99 Pepohonan di Depok ini memang unik, kepedulian semua anggota keluarga terhadap kelestarian lingkungan menjadikan lahan mereka sebagai tempat pembelajaran dan wisata untuk masyarakat.
Di kampung 99 pepohonan sangat banyak kegiatan yang dapat di lakukan oleh setiap yang datang mengunjung ke kampung 99 peponan yang berkaitan dengan alam seperti menanam padi, kangkung, bayam, membuat yoghurt, memberi makan sapi, dan menangkap ikan. Selain itu pengunjung bisa memberi makan rusa, mencukur rambut domba, memeras susu sapi, memandikan kerbau, hingga naik sampan. Pengunjung dilarang menebang pohon, memetik daun, apalagi membuang sampah sembarangan. “Kami ingin alam di sini lestari,” katanya.
Di sini, para pengunjung tak hanya menikmati keindahan alam, namun juga menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman dari aktivitas tersebut
Di areal tersebut hidup antara lain binatang rusa jenis timorensis, kambing etawa, sapi, kerbau, tupai, burung, dan ayam mutiara. Beragam macam pohon pun ada, seperti pohon ara atau pohon kehidupan, pohon maja, trembesi, jati putih, rengas, kemang, dan karet.
Untuk memasak di kampung 99 pepohonan juga memiliki tradisi yang unik yaitu dalam 20 keluaga yang tinggal di situ tidak memiliki tempat masak tiap rumah nya melain kan satu tempat masak untuk 20 keluarga yang tinggal di kampung 99 pepohonan tersebut dengan menggunakan bahan yang ada di alam sekitar seperti kayu bakar dari ranting yang patah, tanpa perlu menggunakan minyak tanah atau gas elpiji.
Pak Eddy pertama kali pindah ke daerah tersebut pada 2004, setelah membeli tanah seluas 500 meter per segi pada 1989. Kemudian dia memperluas areal tersebut hingga mencapai lima hektare, dengan menanam berbagai macam pohon, sehingga seperti kubah hijau.
Mulai tahun 1998 tanah tersebut digarap dengan menanam berbagai macam pohon. “Tadinya lahan tersebut sangat gersang, sawah kering, dan empang yang tidak terurus. Pertama kali pindah pak Eddy hanya membawa enam ekor rusa Mungkin karena ada rusa masyarakat sekitar sini pun menjulukinya dengan nama Kampung rusa.
Dengan telah tumbuhnya berbagai macam pohon yang rindang, hewan yang tadinya tidak ada kemudian perlahan-lahan datang ke tempat ini. Muncullah kehidupan binatang mulai dari ular, biawak, berang-berang, bunglon, cecak, tupai, dan lain sebagainya. “Kita tidak pernah menjadikan binatang tersebut musuh, tapi merupakan satu kesatuan alam yang perlu dilestarikan. Asal kita tidak mengganggu binatang tersebut tentunya kita tidak akan diganggu,” Pohon-pohon yang tumbuh dengan ridang pun memberikan oksigen sehingga menyejukkan udara sekitarnya. “Tadinya udara di kampung 99 pepohonan panas, tapi sekarang sudah sejuk,”
Dari 20 rumah tersebut masing-masing penghuninya ditugaskan menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, misalnya satu rumah ditugaskan untuk menjadi tempat cuci piring atau pakaian, rumah yang lainnya jadi pusat memasak makanan “Indonesia ini kaya dengan alam, jadi kita sebenarnya sanggup mandiri jika alam ini dikelola dengan benar,”
Adapun konsep dari kampung 99 pepohonan family with nature adalah Konsep keluarga besar yang memenuhi kebutuhan bersama-sama dan gotong royong atau tolong menolong berbagi tugas sesuai skill dan latar belakang masing-masing.
Langganan:
Komentar (Atom)
